Selamat Datang

Web Site Indonesia Rumah Ternak yang merupakan Group dari Indonesia Rumah Aqiqah, View Land, Tumbuh Comunity. Kami merupakan usaha dalam bidang Agribisnis.

Kantor pusat kami berada di malang, sedangkan peternakan kami berada di malang dan batu. Usaha yang kami kembangkan bergerak dalam bidang Agro dan sekarang masih bergerak dalam peternakan kambing dan sapi. Untuk Perkebunan yang kami tawarkan merupakan perkebunan Apell.

Kami membuka peranserta masyarakat luas dalam bantuan modal, dimana agar perkembangan usaha yang ada semakin berkembang. Sistim yang kami terapkan bagi pemodal adalah dengan sisitim bagi hasil yang di tetapkan di awal perjanjian.

JAYALAH PETERNAKAN INDONESIA

CO.CC:Free Domain
Tampilkan postingan dengan label TIP Praktis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIP Praktis. Tampilkan semua postingan

CIRI-CIRI AYAM TIREN

CIRI-CIRI AYAM TIREN

Apa itu tiren? Tiren merupakan singkatan dari Mati Kemaren. Belakangan ini, kata Tiren digabungkan dengan kata yang lain. Gabungan itu adalah ‘Ayam Tiren’. Apa itu ayam tiren? Mungkin sebagian dari kita sudah tahu apa artinya atau mungkin tahu maknanya, tapi tidak pernah mendengar ungkapan ini. Ayam tiren berarti ayam bangkai. Lalu apa? Kenapa dengan ayam bangkai itu? Sebenarnya tidak ada apa-apa. Hanya saja, ayam tiren ini dijual oleh sebagian orang. Dijual? Untuk apa? Untuk dimasak dan tanpa sadar kita konsumsi. Mengerikan bukan? Tapi bukankah setiap ayam yang dijual memang sudah mati atau dengan bahasa kasarnya, menjadi bangkai? Memang benar, ayam yang dijual di pasaran sudah mati. Tapi sebelum dijual, ayam itu masih hidup dan sehat baru dipotong. Ada perbedaan besar antara ayam tiren dengan ayam biasa. Yaitu, sebelum dijual dan dipotong pun, ayam tiren itu sudah mati dan menjadi bangkai. Jadi tanpa sadar, kita bisa memakan bangkai ayam. Dimana ayam yang sudah mati itu, kemungkinan mati karena sakit. Bayangkan saja, kita memakan daging yang penuh penyakit. Rasanya tidak bisa dibayangkan. Tapi memangnya kenapa dengan memakan ayam bangkai? Bukankah ikan pun bangkai? Memang ada kesamaan diantara keduanya. Sama-sama bangkai. Tetapi, ikan yang dijual dipasar memang sudah mati ketika ditangkap oleh nelayan. Meski masih ada yang hidup. Tapi kemungkinan besar, ikan yang ditangkap itu langsung mati. Sebab ikan tidak bisa bertahan hidup jika tidak ada air. Bukan berarti, ikan pun tidak bermasalah meski sudah menjadi bangkai. Ikan pun bisa menularkan penyakit. Ada penyakit yang menyerang hewan-hewan yang hidup di laut. Kenapa ayam bangkai itu bisa dijual? Sebagai masyarat awam, kita tidak tahu apakah itu ayam tiren atau bukan —di sini saya sebut sebagai ayam biasa. Dan dengan bebasnya, membelinya kemudian mengkonsumsinya. Alasan yang dikemukan oleh para penjual ataupun pembeli ayam tiren itu adalah alasan klasik. Yaitu Ekonomi. Kenapa alasan ekonomi? Sebab ayam tiren itu jauh lebih murah dari harga ayam biasa. Harga ayam biasa dipasaran —untuk saat tulisan ini dibuat— sekitar 15 ribu untuk 1 kilo. Dan satu ayam itu, bisa lebih atau kurang dari 1 kilo. Sedangkan harga ayam tiren, dijual per potongnya —tanpa melihat ukurannya— hanya 2 ribu rupiah. Murah bukan? Terlalu amat sangat murah untuk ukuran seekor ayam. Bahkan ikan saja, jarang yang harganya segitu. Paling hanya untuk ikan tertentu. Karena harga yang murah itulah, banyak orang tergoda untuk membelinya. Bagi masyarakat bawah ataupun masyarakat menengah, harga ayam yang murah menjadi pilihan. Mereka tidak mungkin curiga kenapa harganya semurah itu dari yang biasa. Apalagi di jaman yang serba mahal ini, tanpa pikir panjang mereka pasti akan membelinya. Lalu, apa masyarakat kita tidak sadar dengan ayam tiren itu? Sebagian besar TIDAK SADAR. Ketikdaksadaran itu dikarenakan, masih banyak yang tidak begitu paham soal ayam. Oleh karena itu, mereka bisa salah memilih ayam bangkai. Selain bisa terjebak dalam membeli ayam di pasar, orang pun bisa terjebak dalam memilih makanan. Sebab pedagang makanan pun, kadang ada yang menggunakan ayam tiren untuk dihidangkan ke pelanggan. Bukannya menakut-nakuti, tapi inilah kenyataan yang sungguh-sungguh terjadi. Tentunya kita tidak mau, memakan ayam bangkai yang bisa saja merusak kesehatan kita. Bayangkan saja, ayam itu masuk ke mulut, kita kunyah, masuk ke lambung, ke urus 12 jari, ke usus halus untuk diserap sarinya baru ke usus besar. Sari yang ada di ayam itu, akan dibawa darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Tentunya kita tidak ingin sari pati itu menyatu dengan tubuh kita. Semua ayam mati dikumpulin dan dijual ke pedagang. Tentu aja, pedagang itu tahu kalo ayam-ayam itu udah pada mati semua. Makanya dijual muraaaah banget. Ayam yang mati itu tadi, dijual masih dalam keadaan utuh. Belum diapa-apain. Belum dipotong, dicabutin bulunya apalagi dibersihin jeroannya. Jadi masih bener-bener ayam utuh. Bagaimana ciri-cirinya ayam tiren??? - Waktu dipotong darahnya cuma keluar dikiiiit banget. Tentu aja nggak keluar darah, soalnya darahnya beku. Kan udah mati itu ayam. Beda sama ayam yang masih hidup. Waktu dipotong, tentu aja darah segar ngucur dari lehernya.
- Daging ayam tiren berwarna biru, tapi kalo ayam yang masih segar, warnanya kekuning-kuningan. - Lalu bagaimana membedakan ayam tiren yang udah dimasak? Ini agak rumit, masalahnya ayam itu pas dimasak di kasih pewarna sepabrik, buat nyamarin warna birunya. Tapi bisa keliatan juga dari dagingnya. daging memiliki warna kemerahan. Terlihat jelas darah yang berada di dalam daging tersebut meskipun telah dimasak sebelumnya. Selain warna itu, bisa dicium juga dagingnya. Kalo baunya busuk, itu pasti ayam tiren. Dan kalo emang bener-bener mau yakin itu ayam aman, ya kasih aja kucing. Nggak usah banyak-banyak. Secuil aja. Kalo kucing nggak mau, itu artinya ayam tiren. Lalu bagaimana memilih daging ayam yang sehat???? Kalo mau beli, cari ayam yang dagingnya warna putih ke kuningan. Bukan yang putih cerah. Kalo yang putih cerah, itu pake formalin. Terus, biasanya kan, kita minta satu ayam itu dipotong-potong. Ada yang dipotong 8, 10 atau 12 —terserah kita mintanya berapa. Nah, perhatiin deh, kalo pas dipotong itu masih ada darah di tulangannya, maka itu ayam yang baru digorok. Selain itu, cium bau ayam itu. Emang setiap ayam

Baca Selengkapnya... >>

TIPS MEMILIH DAGING YANG SEHAT

TIPS MEMILIH DAGING YANG SEHAT

Dengan banyaknya penjualan daging yang tidak layak konsumsi saat ini, sangat menghawatirkan masyarakat. Harapan awal untuk mendapatkan asupan gizi yang enak, baik, dan menyehatkan, malah menjadi makanan yang menjadi sumber racun/penyakit bagi tubuh. Untuk mengantisipasi efek negative lebih luas, beberapa dinas-dinas terkait beberapa pemerintah daerah telah melakukan razia ke pusat penjualan daging yang biasa di datangi masyarakat.
Adalah hak konsumen untuk mendapatkan daging yang baik dan sehat, bahkan Negara telah menjamin hal itu secara hukum. Seperti yang diatur dalam UU No.7/1996 tentang pangan, di dalamnya antara lain mengatur Sistem Keamanan Pangan dan Sistem Kesehatan Hewan Nasional. Akan tetapi sebagai upaya preventip dari ulah oknum penjual daging yang nakal, kiranya masyarakat harus dapat informasi yang tepat mengenai daging yang baik dan sehat, sehingga tidak tertipu ketika membeli daging di tempat-tempat penjualan daging. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus di ketahui masyarakat tentang ciri-ciri daging yang baik tersebut.

KLASIFIKASI DAGING Daging konsumsi yang dijual di pasar tradisional maupun di swalayan dapat dikatagorikan dalam dua kelompok. Kelompok pertama, daging dari ternak besar seperti sapi, kerbau, dan kambing, sedangkan kelompok kedua, daging dari ternak kecil yaitu dari jenis unggas, ayam, itik, entog dan lain-lain. Daging berkualitas baik ditentukan oleh faktor perlakuan sebelum dan sesudah pemotongan. Beberapa faktor sebelum pemotongan yang mempengaruhi kualitas daging adalah tipe ternak, jenis kelamin, serta umur, dan pakan. Sedangkan beberapa faktor setelah pemotongan adalah metode pemasakan, pH daging, bahan tambahan termasuk enzim pengempuk, hormon, marbling, metode penyimpanan, macam otot daging dan lokasi pada suatu otot daging. Daging memiliki cita rasa yang enak di lidah pengkonsumsinya, hal ini dikarenakan adanya marbling dalam daging tersebut. Marbling menjadikan daging terasa empuk atau terasa “maknyos” dalam bahasa popular sekarang, karena berperan sebagai bahan pelumas pada saat daging dikunyah dan ditelan, juga berpengaruh terhadap sari minyak dan aroma dari pada keempukan daging tersebut. Untuk memilih daging yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut; warna, keempukan dan tekstur, flavor dan aroma termasuk bau atau rasa, jus daging, marbling, susut masak, retensi cairan, dan pH daging. Sedangkan untuk mengukur mutunya, daging dapat diketahui dari keempukannya yang dapat dibuktikan dengan sifatnya yang mudah dikunyah. Supaya kualitas daging tetap terjaga, daging disimpan pada suhu rendah yaitu dibawah 2°C. Disimpan pada suhu ruang dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan daging cepat rusak. Hal ini disebabkan oleh kontaminasi mikroorganisme yang terjadi pada saat sebelum penyembelihan, penyembelihan, dan perlakuan yang diberikan kepada ternak setelah pemotongan. Dimana sifat fisikokimia (aktivitas air, pH, zat gizi) daging mudah meningkatkan pertumbuhan mikrobia pembusuk tersebut.

DAGING DAN KEAMANANNYA Secara pengertian, daging merupakan semua jaringan hewan dan produk hasil pengolahan jaringan-jaringan tersebut yang sesuai untuk dimakan serta tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Dibedakan berdasarkan warnanya, daging yang dijumpai di pasaran digolongkankan atas daging merah dan daging putih. Contoh daging putih adalah daging ayam, kelinci, sedangkan daging merah adalah daging sapi, domba, kambing. Daging putih mempunyai kadar protein lebih tinggi dibanding daging merah, namun daging merah memiliki kadar lemak jenuh dan kolesterol yang lebih tinggi dibanding daging putih. Untuk dapat mengetahui kondisi fisik daging yang baik dan sehat, khususnya daging ayam dan sapi, dua jenis daging yang paling banyak dikonsumsi orang Indonesia. Masyarakat dapat melihat ciri-ciri daging yang baik dan sehat tersebut seperti berikut ini :

Daging ayam Untuk memilih daging ayam yang baik ada beberapa ciri yang harus diperhatikan. Yaitu daging memiliki warna putih keabuan dan cerah. Warna kulit ayam biasanya putih kekuning-kuningangan dan bersih. Jika disentuh, daging terasa lembab tidak lengket. Serat daging ayam halus, mudah dikunyah dan digiling, mudah dicerna, serta memiliki flavor lembut. Aroma daging ayam tidak menyengat, tidak berbau amis dan tidak busuk. Pembeli harus hati-hati ketika membeli daging ayam, karena berdasarkan berita yang beredar, dipasaran sering ditemukan daging AYAM TIREN (mati kemaren). Seringnya, ayam jenis ini dijual oleh “penjual nakal” dengan harga yang relatif lebih murah. Pembeli dapat membedakan ayam jenis ini dari warna dagingnya yang putih pucat merah kehitam-hitaman akibat penumpukan darah dalam daging yang tidak ke luar, serta aromanya yang bau. Tetapi biasanya untuk mengelabui pembeli, ayam tiren ini dijual setelah direbus dahulu dengan kunyit, untuk memberi efek warna kekuning-kuningan dan menghilangkan baunya. Daging ayam tiren ini harus dihindari karena akan menjadi sumber penyakit bagi yang mengkonsumsinya. Untuk itu maka lebih aman membeli ayam mentah dengan bersandar pada ciri-ciri daging baik dan sehat di atas. Disamping daging ayam tiren, juga banyak beredar daging ayam yang disuntik dengan air (daging ayam gelonggongan). Untuk menghindari daging jenis ini, pembeli dapat melihat, meraba, atau bahkan menusukan pisau pada gelembungan yang terdapat di organ tubuh ayam yang terlihat membengkak dan diduga berisi air, utamanya pada bagian bawah sayap. Uji lainnya dapat dilakukan dengan mengangkat daging tersebut, apakah meneteskan air atau tidak ?. Daging ayam gelonggongan akan terlihat mengeluarkan tetesan air, serta keadaan fisik daging terlihat “becek”. Daging ayam gelonggongan akan lebih cepat membusuk dibanding daging ayam yang tidak disuntik air bila disimpan pada suhu ruang. Dimana tanda daging yang sudah mulai membusuk dapat tercium dari aroma baunya yang tidak segar, dan tampak apabila salah satu bagian dari daging itu di tekan maka bagian daging yang ditekan tersebut tidak mantul/balik kembali seperti semula.

Daging sapi Ciri-ciri daging sapi yang baik adalah berwarna merah terang/cerah, mengkilap, tidak pucat dan tidak kotor. Secara fisik daging elastis, sedikit kaku dan tidak lembek. Jika dipegang masih terasa basah dan tidak lengket di tangan. Dari segi aroma, daging sapi sangat khas (gurih). Konsumen harus teliti ketika membeli daging sapi, karena saat ini disinyalir terdapat daging sapi segar, yang dicampur dengan daging celeng (babi), serta dengan daging sapi yang kondisinya sudah busuk, diperjual belikan di beberapa pasar tradisional dan pasar swalayan. Untuk itu ketika bertransaksi, pastikan membeli daging yang digantung dan perhatikan tampilan fisiknya apa sesuai tidak dengan ciri-ciri daging baik dan sehat di atas. Pengetahuan ciri-ciri daging yang baik dan sehat ini perlu diketahui oleh masyarakat. Agar tidak tertipu oleh ulah oknum penjual daging, sehingga harapan untuk mendapatkan daging yang enak, baik, sehat dan menyehatkan, dapat tercapai sebagaimana mestinya. Selamat menikmati daging yang baik dan sehat !. Secara singkat dapat disimpelkan bahwa ciri-ciri daging yang perlu diperhatikan saat memilih daging adalah:
1. Warnanya pucat (daging yang masih baik berwarna merah terang dan lemaknya berwarna kekuningan)
2. Kandungan air sangat tinggi/lebih berair/lembek
3. Agak rapuh sehingga tidak bisa dijadikan sejumlah produk olahan, seperti bakso
4. Harganya lebih murah
Sumber : Deptan dan Kompas

Baca Selengkapnya... >>

Gula Pengusir Tikus


Gula Pengusir Tikus


Tikus acap kali membuyarkan harapan pekebun meraup laba. Serangan satwa pengerat itu memorak-porandakan padi siap tuai. Jika itu terjadi di lahan Anda, cara Sudamo, pekebun di Madiun, layak dicoba. Tangkap hidup-hidup beberapa ekor tikus. Siram sekujur tubuh dengan larutan gula. Tikus "manis" itu bakal dikerubuti puluhan—bahkan ratusan— semut di liang persembunyian. Karena tak tahan, mereka memilih pergi dari liang. Agar larutan gula lebih tahan lama, tambahkan sedikit larutan terigu.***
*) disadur dari Majalah Trubus

Baca Selengkapnya... >>

Paling Irit Talaris Bambu


Paling Irit Talaris Bambu


Talang pipa PVC memang mampu menekan biaya produksi hidroponik NFT (Tip November 2002, red). Ingin lebih irit? Pilih saja bambu betung Dendrocalamus asper. Batang besar berdiameter 12 cm, dinding tebal, dan kokoh. Harga bambu sepanjang 4 m hanya Rp6.000. Batang dibelah jadi 2 bagian sama besar. Ruas-ruas bagian dalam dibuang untuk memper-lancar aliran nutrisi.***
*) disadur dari Majalah Trubus

Baca Selengkapnya... >>

Gubuk Mini untuk Bibit


Gubuk Mini untuk Bibit


Bibit tanaman buah yang baru ditanam di Iapang sering layu dan mati kalau terkena sinar matahari langsung. Makanya Ibrahim Suherdi, pekebun di Singkawang, Kalimantan Barat mcmbuat "gubuk" mini beratap shading net untuk setiap tanaman. Atap gubuk dibuat miring ke arah timur, shading net 65% dipasang di bagian atas dan sisi belakang gubuk. Dengan cara itu bibit tcrhindar scngatan sinar matahari bcrlebihan. Lagipula gubuk dapat dibongkarpasang dan dipakai bemlang-ulang. ***
*) disadur dari Majalah Trubus

Baca Selengkapnya... >>

Agar Jambu Air Pasti Manis


Agar Jambu Air Pasti Manis


Untuk memastikan jambu air yang dipanen manis JK. Soetanto, direktur PT Bogatani menggunakan alat pengukur kelembapan tanah (moisture meter). Alat berbentuk kotak kecil seukuran korek dilengkapi sebatang besi detektor itu ditancapkan di tanah di bawah tajuk tanaman. Alat dilengkapi angka berskala 1—10. Jika jarum menunjukkan angka di atas 7, buah belum layak panen karena kemanisan kurang. Sebaliknya bila jarum menunjuk angka di bawah 3 berarti buah manis. Untuk mencapai kondisi itu, ia menghentikan penyiraman 2—3 minggu I sebelum panen.***
*) disadur dari Majalah Trubus

Baca Selengkapnya... >>

Kirim Artikel & Berita

Jenis :
Nama:
Alamat :
Email Address:
Pekerjaan :
Usaha Agro Peternakan
Pertanian
Perikanan
Perkebunan
Keterangan :

form creator

UPDATE HARGA KOMODITI PETERNAKAN

Jenis :
Nama:
Alamat :
Email Address:
Pekerjaan :
Usaha Agro Peternakan
Pertanian
Perikanan
Perkebunan
Keterangan :

form creator

PASANG IKLAN FREE

Jenis :
Nama:
Alamat :
Email Address:
Pekerjaan :
Usaha Agro Peternakan
Pertanian
Perikanan
Perkebunan
Keterangan :

form creator

Form Penyusunan Ransum Ternak

Nama:
Alamat:
Kota :
Email :
Usaha Peternakan :
Lokasi Peternakan :
Jenis Formulasi Ruminasia
Unggas

Untuk Ternak Ruminasia ( 1-6 dalam kolom di atas )

Jenis Ternak Ruminansia :
Bobot Badan : (Untuk Ruminasia)
Sex Ternak :(Untuk Ruminasia) Jantan
Betina

Untuk Ternak Unggas ( 7-16 dalam kolom di atas )

Jenis Unggas : (Untuk Unggas)

Daftar Bahan Pakan

Di lihat Tabel Yang Telah Tersedia " Isikan nomernya saja"

Bahan Pakan 1 :
Komposisi :
Harga :
Bahan Pakan 2 :
Komposisi :
Harga :
Bahan Pakan 3 :
Komposisi :
Harga :
Bahan Pakan 4 :
Komposisi :
Harga :
Bahan Pakan 5 :
Komposisi :
Harga :
Bahan Pakan 6 :
Komposisi :
Harga :
Keterangan :

== SELAMAT MENCOBA ==

Kami Akan Kirimkan Formulasi Lengkap Anda Paling Lambat 1 Minggu Setelah anda mengisi Form Formulasi Pakan

untuk hasil klik di sini

http://pbpirt.blogspot.com/

* Ingat Cek Daftar Tabel yang tersedia


Free email forms

  ©Indonesia Rumah Ternak - Jayalah Agribisnis Indonesia.

Desain Dari Zon Anugera | ATAS